Selasa, 16 Februari 2010

RUANG LINGKUP SOSIOLOGI


RUANG LINGKUP SOSIOLOGI



Istilah sosiologi diperkenalkan oleh Auguste Comte, seorang ahli filsafat dari prancis, yang berasal dari bahasa belainan, yaitu: Socius yang berasal dari bahasa Latin berarti kawan dan Logos berasal dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Sosiologi berarti berbicara mengenai masyarakat.
DEFINISI SOSIOLOGI
a. Peter L. Berger: sosiologi adalah studi ilmiah mengenai hubungan antara masyarakat individu.
b. Pitirim Sorokin menyatakan: sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari:
1. hubungan dan pengaruh timbale balik antara aneka macam gejala-gejala sosioal. Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hokum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik.
2. hubungan timbale balik antara gejala-gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial. Misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya.
3. ciri-ciri umum semua gejala-gejala sosial.
c. J.A.A Van Dorn dan C.J Lamners: sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
d. Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi mengemukakan: sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.

2. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU SOSIAL
* Sosiologi umumnya membicarakan kehidupan sosial manusia.
* sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang membahas tentang masyarakat.
3. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
a. Pitirim R. Seen, merumuskan ilmu pengetahuan senbagai suatu system yang menghasilkan kebeneran dan seperti system-sistem lainnya. Seperti: (1) Perumusan Masalah, (2) Pengamatan atau Deskripsi, (3) Penjelasan serta, (4) Ramalan atau Kontrol.
b. Soejono Soekanto, menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah knowledge yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran.
Kriteria agar ilmu dapat diklasifikasikan sebagai ilmu pengetahuan ada empat sifat, yaitu:
a. Sosiologi bersifat empiris, dimaksudkan sosiologi itu didasarkan pada pengamatan (dengan pancaindra manusia) dan penalaran yang berhubungan dengan akal budi manusia atau yang bersifat rasional.
b. Sosiologibersifat teorotis, yaitu ilmu pengetahuan yang menyusun abstrak (kerangka unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat, hingga menjadi teori) dari hasil observasi.
c. Sosiologi bersifat kumulatif, teori yang memperbaiki, memperluas dari teori lama hingga menjadi baik atau sempurna.
d. Sosiologi bersifat non-etis, menjelaskan masalah individu dan masyarakat.
4. OBYEK SOSIOLOGI
Menurut Auguste Comte: setiap aspek kehidupan merupakan obbjek dari sosiologi
Menurut Iver Page: masyarakat adalah suatu system kebiasaan dan tata cara dari wewenang serta kerjasama antar berbagai kelomppok.
Menurut Ralph Linton: masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga dapat mengatur diri dengan batasan yang jejlas.
Masyarakat sebagai objek sosiologi pembahasannya mencakup pada tiga aspek, yaitu:
a. struktur sosial
b. proses sosial
c. perubahan-perubahan sosial
5. METODE YANG DIGUNAKAN SOSIOLOGI
a. Metode Kualitatif, sukar dapat dihitung dengan menggunakan angka-angka
b. Metode Kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka
c. Metode Indikituf mempelajari suatu gejala untuk memndapatkan kaidah secara umum
d. Metode Deduktif pendekatannya bermula dari kaidah-kaidah yang berlaku secara umum dan di pelajari secara khusus
e. Metode Fungsionalisme bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat.

6. RINGKASAN
A. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari gejela-gejala sosial, struktur sosial yang meliputi perubahan-perubahan sosial.
B. Sosiologi sebagai ilmu sosial dikarenakan pusat perhatiannya pada segi masyarakat yang bersifafft umum dan berusaha mendapatkan pola-polanya.
3. Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan kemasyarakatan yang kategoris, murni dan abstrak dan berusaha memberi pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umu.
4. Untuk mempelajari masyarakat sebagai objek sosiologi, maka sosiologi mempergunankan beberapa cara kerja atau metode-metode yang juga dipergunakan oleh ilmu-ilmu lain, yaitu:
Metode Kualitatif, metode kuantitatif, metode induktif, metode deduktif, metode fungsionalisme.


REFERENSI: SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR, SOERJONO SOEKANTO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar